Kepala strategi pasar Zacks Investment Management, Brian Mulberry, mengatakan harga dan penjualan Procter & Gamble relatif stabil pada kuartal terakhir. Namun, kenaikan biaya menekan margin keuntungan perusahaan.
"Konsumen masih berbelanja jika melihat nilai yang ditawarkan. Namun, kita mungkin sudah mendekati batas harga tertinggi yang bersedia dibayar konsumen untuk makanan ringan," kata Mulberry.
Sementara itu, PepsiCo telah beberapa kali menaikkan dan menurunkan harga sepanjang tahun ini untuk mendongkrak penjualan yang lesu. Meski demikian, margin keuntungan perusahaan justru menyusut pada kuartal lalu.
Kenaikan harga juga berisiko membuat perusahaan kehilangan pelanggan. Direktur Keuangan Nestle, Anna Manz, mengatakan pekan lalu bahwa volume penjualan berpotensi turun dalam jangka pendek ketika perusahaan menaikkan harga, seiring konsumen menyesuaikan pola belanja mereka.
"Ke depan, kini kembali ada tekanan kenaikan pada biaya input," kata Manz saat Nestle mencatatkan pertumbuhan volume triwulanan yang lebih cepat daripada pertumbuhan harga untuk pertama kalinya sejak 2024.
"Kami akan menerapkan penetapan harga sejauh yang kami mampu tanpa merusak penetrasi konsumen dalam jangka menengah," katanya.