"Hal ini sejalan dengan realisasi penerima manfaat per 31 Agustus 2026 yang telah mencapai 76,46% atau sebanyak 56,99 juta dari target 74,56 juta penerima manfaat, dengan selisih 17,56 juta penerima manfaat," tuturnya.

Sudaryono mengatakan capaian jumlah penerima manfaat tersebut masih bersifat sementara. BGN saat ini tengah melakukan penguatan tata kelola untuk keberlanjutan program MBG.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengevaluasi dan menyesuaikan daftar sekolah atau satuan penerima yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria program. Berdasarkan paparan BGN, sebanyak 1.653 sekolah elite ditetapkan tidak lagi menerima MBG.

Selain itu, BGN mempersiapkan pembukaan layanan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta daerah terpencil. Penyelarasan data penerima manfaat dengan kondisi riil di lapangan juga dilakukan.