Dari sisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN memperkuat penerapan standar layanan serta higiene dan sanitasi. SPPG yang belum memenuhi standar akan berstatus suspend hingga dilakukan perbaikan.

BGN juga melakukan perbaikan proses produksi, distribusi, dan konsumsi makanan bergizi serta memperkuat edukasi gizi. BGN menegaskan selisih jumlah penerima manfaat terhadap target merupakan konsekuensi dari proses penguatan tata kelola yang sedang berjalan dan bukan indikasi program MBG berhenti.

Lihat juga Video: Program MBG Sudah Telan Anggaran Rp 139,77 T