Proyek ini dilengkapi fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, dan terminal pelabuhan. Teknologinya juga dilengkapi pengendalian emisi dan terintegrasi dengan Carbon Capture and Storage (CCS).
Metanol yang dihasilkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri, terutama petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50.
Presiden Direktur BEC, Rio Supin, mengatakan perusahaan telah memasuki tahap engineering melalui penyusunan Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) sejak 29 Juli 2026.
"Proyek Gasifikasi Batubara Pertama di Indonesia siap memasuki implementasi target commissioning tahun 2029 seusai arahan Pak Menteri. BEC siap mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional," jelas Rio.