Kedua di bidang Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML). Kiki menyebut kinerja industri perusahaan pembiayaan hingga akhir 2026 diproyeksikan akan tetap tumbuh positif dengan piutang pembiayaan berada di kisaran 2 sampai 4%.
Hal ini dikarenakan tekanan perekonomian global yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor serta dipengaruhi tren pembiayaan investasi.
"Namun demikian, meski di tengah tantangan dinamika global saat ini, sektor jasa keuangan secara umum tetap menunjukkan ketahanan dan dapat menjalankan fungsi intermediasinya dengan baik," terangnya.
Hal ini tercermin dari kinerja kredit perbankan per September 2026 yang tumbuh sebesar 13,26% year-on-year dengan kualitas kredit yang tetap terjaga, di mana rasio NPL gross di level 2,07%. Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal juga terpantau tinggi dengan pencapaian lebih dari Rp 209 triliun.
"Optimalisasi fungsi intermediasi yang saya sebutkan tadi juga tentunya akan terus didorong untuk mendukung pertumbuhan perekonomian yang lebih tinggi, termasuk kontribusi industri jasa keuangan dalam pengembangan UMKM dan juga pengembangan atau pembiayaan sektor-sektor yang menjadi program prioritas nasional," jelas Kiki.