NADIKABAR.COM — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, tak hanya disiapkan untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan.
Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2026 itu juga diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru dengan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja.
Proyek dengan nilai investasi sekitar 160 juta dolar AS atau hampir Rp3 triliun tersebut diperkirakan menyerap 600 hingga 1.000 pekerja. Penyerapan tenaga kerja tidak hanya berasal dari operasional fasilitas, tetapi juga mencakup sektor hulu pengelolaan sampah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan keberadaan PSEL menjadi salah satu upaya mengubah persoalan lingkungan menjadi sesuatu yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Jadi, yang tadinya masalah, sekarang menjadi sesuatu yang positif. Sampah bisa diolah menjadi energi, lingkungan lebih terjaga, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat," tuturnya.
Pria yang karip disapa Zulhas ini meninjau langsung pembangunan PSEL Palembang pada Rabu (4/11). Hingga Oktober 2026, progres pembangunan fisik fasilitas tersebut telah mencapai 96 persen.
PSEL yang dibangun di atas lahan seluas 8 hektare dengan skema Build Own Operate (BOO) itu ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 8 Desember 2026.