Bambang mengatakan persoalan DMO menjadi perhatian PTBA setiap tahunnya. Sebab, menurutnya, masih terdapat perusahaan batu bara lain yang cenderung kurang mematuhi kewajiban DMO sehingga PTBA menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
"Hari ini yang menjadi isu adalah masalah DMO. DMO ini selalu setiap tahun menjadi persoalan karena dari sisi kami melihatnya perusahaan-perusahaan batubara lain dari perusahaan itu cenderung kurang mematuhi DMO. Sehingga selalu yang menjadi tumpuan adalah PT Bukit Asam," ujarnya.
Karena itu, PTBA meminta agar pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri dibebankan secara lebih merata kepada perusahaan-perusahaan batu bara. Bambang berharap tanggung jawab dipikul bersama-sama oleh perusahaan batu bara.
Sementara itu, sepanjang semester I 2026, porsi penjualan batu bara PTBA ke pasar domestik mencapai 51%. Batu bara tersebut diserap sejumlah sektor, tim redaksi lain PLN, industri pupuk dan semen, sementara 49% sisanya diekspor ke sejumlah negara seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja dan India.