Menurut Purbaya, dirinya telah memerintahkan pegawai pajak untuk memeriksa perusahaan-perusahaan tersebut, namun tidak satu pun yang diperiksa. Kondisi itulah yang membuat Purbaya mencurigai adanya pegawai pajak yang bermain.
"Persaingannya enggak cukup fair untuk perusahaan domestik. Perusahaan domestik bayar penuh, dia enggak bayar. Cash basis, uangnya lari keluar negeri. Saya perintahkan pegawai pajak untuk periksa, satu pun enggak diperiksa. Jadi dari itu saya gampang nyimpulnya berarti mereka main sebagian," tuturnya.
Purbaya kemudian mencontohkan salah satu perusahaan di Pulogadung yang akhirnya diperiksa. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki kewajiban pajak sedikitnya Rp 200 miliar, bahkan nilainy bisa mendekati Rp 1 triliun.