"Makanya saya sidak ke beberapa. Itu saja kelihatan yang di Pulogadung. Dia si sopan, gini-gini. Tapi setelah kita periksa, pajaknya harusnya mereka punya utang ke saya minimal Rp 200 miliar. Tapi kalau ditekan lebih kenceng lagi, dengan aturan lebih ketat, itu mendekati Rp 1 triliun satu perusahaan," ujarnya.

Oleh karena itu, Purbaya berjanji membenahi kebocoran-kebocoran yang terjadi seperti kasus tersebut. Ia juga berkomitmen menciptakan iklim usaha yang lebih adil bagi perusahaan domestik demi penciptaan lapangan kerja.

"Jadi yang gitu-gitu saya akan perbaiki terus ke depan. Pertama tadi meningkatkan pendapatan saya. Kedua, membuat saya lebih fair untuk pengusaha domestik, sehingga pengusaha domestik bisa hidup dan terjadi penciptaan lapangan kerja yang lebih besar," tutup Purbaya.