Dalam rapat kerja bersama Banggar DPR RI, Purbaya mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tetap ekspansif, terukur dengan defisit 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp 671,2 triliun, lebih rendah dibandingkan outlook 2026.
Untuk pembayaran bunga utang, pemerintah mengalokasikan Rp 650,3 triliun, naik 11,7% dibandingkan outlook pembayaran bunga utang pada 2026 yang mencapai Rp 582,2 triliun. Pendapatan negara di RAPBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp 3.426 triliun atau tumbuh 6,8% dari outlook 2026 dengan rasio 12,23% terhadap PDB.
Lalu, penerimaan perpajakan pada 2027 diproyeksikan sebesar Rp 2.908 triliun atau tumbuh 10,5% dari outlook 2026 dengan rasio perpajakan atau tax ratio sebesar 10,38% terhadap PDB. Penerimaan perpajakan tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 2.591,4 triliun atau tumbuh 12,1% dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 316,6 triliun.