"Bagi Indonesia sekitar 30-40%, maka ini otomatis kita bisa mendorong digital economy sampai US$ 600 miliar," ujarnya.
Karena itu, Airlangga mendorong semakin banyak UMKM masuk ke ekosistem digital agar dapat memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas. Menurutnya, produk lokal, khususnya produk artisan, memiliki potensi untuk dipasarkan ke konsumen mancanegara melalui kanal digital.
"UMKM ini menjadi go digital apalagi produk-produk yang berupa artisan. Produk-produk artisan ini kan bisa menembus pasar global tanpa harus dihambat oleh berbagai non tarif barrier termasuk berbagai standarisasi. Jadi ini adalah kesempatan yang harus kita dorong," ujarnya.