Belum lagi, melalui kerja sama ini, sistem pembayaran QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia dapat digunakan di semua negara se-Asia Tenggara. Sebab untuk saat ini QRIS baru bisa digunakan oleh beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.
"Dengan ditandatangani DEFA, salah satu low hanging fruit adalah payment system. Nah kita sudah punya payment system QRIS yang diharapkan bisa digunakan di seluruh negara ASEAN," paparnya.
"Kali ini baru dari lima negara ASEAN sehingga bagi UMKM kalau menggunakan QRIS mendapatkan keuntungan karena ada dalam tanda petik merchant discount. Jadi biaya untuk pedagang adalah nol. Dengan demikian kalau ini bisa menggunakan QRIS untuk payment dan bisa digunakan untuk ekspor maka tentunya bagi para pedagang bisa difasilitasi dengan digital payment ini," sambung Airlangga.