Kerabat buaya purba juga jauh lebih beragam dibandingkan buaya modern. Kelompok ini pernah mencakup predator darat, pemakan tumbuhan dengan tubuh berlapis pelindung, hingga reptil raksasa. Meski banyak cabang evolusinya punah, garis keturunan yang mengarah pada buaya modern tetap bertahan.
Penelitian ini juga membawa pesan bagi konservasi satwa saat ini. Jika perpindahan menuju habitat dengan iklim yang sesuai membantu kerabat buaya bertahan selama jutaan tahun, kemampuan berpindah tempat bisa tetap penting ketika perubahan iklim menggeser wilayah habitat yang cocok.
Profesor Philip Mannion dari UCL Earth Sciences mengingatkan bahwa aktivitas manusia dapat menghambat perpindahan tersebut.
"Jika buaya pada masa lalu sebagian besar menghadapi perubahan iklim dengan berpindah menuju habitat yang sesuai, spesies masa kini juga membutuhkan ruang untuk berpindah seiring menghangatnya planet. Hilangnya kawasan yang sesuai akibat jalan, lahan pertanian, dan kota membuat hal itu semakin sulit," kata Mannion.
Dengan demikian, keberhasilan buaya bertahan dari bencana purba bukan semata-mata kisah tentang hewan yang tangguh. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kondisi iklim, kebutuhan energi, pola makan, dan ketersediaan habitat mungkin menentukan kelompok mana yang mampu melewati salah satu masa paling kelam dalam sejarah kehidupan di Bumi.