Air menghantarkan panas keluar dari tubuh jauh lebih cepat dari udara, sehingga mamalia harus berukuran lebih besar. Jika tidak, mereka mustahil bisa tetap hangat. Pada saat yang sama, seiring membesarnya ukuran tubuh, energi yang dibutuhkan sebagai bahan bakar ikut meningkat.
"Apa yang kami temukan adalah mamalia air bergeser menuju ukuran tubuh optimal karena tarik ulur energi," katanya. Ukuran ideal mereka adalah keseimbangan cermat antara berapa banyak energi yang digunakan dibanding seberapa cepat mereka makan.
Seekor mamalia laut hanya dapat menjadi raksasa jika ia mengonsumsi makanan yang cukup untuk mengimbangi tuntutan dari tubuh yang lebih besar. Paus biru mampu tumbuh jauh lebih besar dibanding mamalia laut lain karena memakan krill. Krill hanya sepanjang sekitar 5 sentimeter dan berenang perlahan dalam kawanan padat.
Paus biru mengembangkan mulut raksasa dan kantung tenggorokan sangat elastis, sehingga bisa menerjang dan menelan krill dalam jumlah sangat besar dalam satu tegukan. Mereka mampu memakan hingga 360 kg krill dalam sekali suap.
Namun, menerjang untuk mendapatkan makanan membutuhkan banyak energi. "Strategi makan ini hanya sepadan secara energi pada ukuran tubuh yang besar," kata Elliott Hazen, ahli ekologi di NOAA Fisheries.
"Paus biru bertahan hidup dengan mangsa berukuran kecil karena mereka mengembangkan salah satu sistem makan dalam jumlah besar yang paling efisien di alam," imbuhnya.