Ukuran paus tidak sekadar membantu saat makan, tapi memungkinkannya menempuh perjalanan jauh. Krill hanya dapat ditemukan dalam jumlah besar di lautan terisolasi, sehingga paus biru berenang ribuan kilometer antara tempat mencari makan dan tempat berkembang biak.
Tubuh besarnya dapat menyimpan banyak energi dalam bentuk lemak bahkan saat tidak sedang makan. Jadi, meski paus biru menggunakan lebih banyak energi dari hewan lebih kecil, mereka membakarnya lebih lambat. Daya tahannya pun jauh lebih tangguh.
Paus biru tidak selalu sebesar ini. Catatan fosil menunjukkan nenek moyangnya, Pakicetus, adalah mamalia darat seukuran serigala sepanjang 0,9 hingga 1,8 meter. Nenek moyang purba ini awalnya hidup di darat dan berburu di air dangkal.
Ketika paus pertama muncul sekitar 40 juta tahun lalu, ukurannya juga relatif sedang. Contohnya salah satu paus terawal yang diketahui, Mystacodon selenensis, panjangnya hanya sekitar 3,96 meter.
Sekitar 3 juta tahun silam, lautan berubah. Seiring hamparan lapisan es raksasa menyebar di Bumi, suhu turun dan pola angin meningkat. Ini menyebabkan peningkatan upwelling, proses di mana angin kencang menyebabkan air yang kaya nutrisi naik dari laut dalam.
Nutrisi tambahan membuat krill berkumpul dalam kawanan padat di sepanjang garis pantai, yang kemudian menguntungkan hewan-hewan yang mampu makan dalam jumlah besar dan menempuh perjalanan jauh.