NADIKABAR.COM — Paus biru adalah hewan terbesar yang pernah ada. Mamalia laut ini beratnya hingga 149.685 kg dan panjangnya bisa lebih dari 30,5 meter, seukuran pesawat Boeing 737. Bahkan dinosaurus terbesar pun beratnya sekitar 75 ton, sekitar separuh paus biru.

Apa yang menyebabkan paus biru tumbuh hingga ukuran luar biasa? Semuanya bermula dari kehidupan di air dan memangsa makhluk kecil sejenis udang yang disebut krill.

Di darat, ukuran maksimum yang dapat dicapai mamalia dibatasi gravitasi. Mamalia darat berukuran besar punya tulang raksasa, pembuluh darah besar, dan kaki kuat untuk menopang berat tubuh.

Seiring bertambahnya ukuran, berat tubuh mereka meningkat jauh lebih cepat dibanding kekuatan tulang. Pada titik tertentu, peningkatan ukuran menyebabkan kaki hewan yang sangat besar runtuh akibat beban gravitasi.

Di air, gravitasi tidak memiliki efek yang sama. Daya apung air membantu menopang berat mamalia air, faktor kunci bagaimana paus biru mencapai ukuran sangat besar.

Masih ada cerita di balik jumbonya paus biru. Craig McClain, profesor keanekaragaman hayati University of Louisiana at Lafayette, membandingkan hampir 7.000 hewan hidup dan fosil untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ukuran. Ditemukan bahwa air tak sekadar mengurangi gaya gravitasi, melainkan juga mendorong mamalia berdarah panas untuk tumbuh.

Air menghantarkan panas keluar dari tubuh jauh lebih cepat dari udara, sehingga mamalia harus berukuran lebih besar. Jika tidak, mereka mustahil bisa tetap hangat. Pada saat yang sama, seiring membesarnya ukuran tubuh, energi yang dibutuhkan sebagai bahan bakar ikut meningkat.

"Apa yang kami temukan adalah mamalia air bergeser menuju ukuran tubuh optimal karena tarik ulur energi," katanya. Ukuran ideal mereka adalah keseimbangan cermat antara berapa banyak energi yang digunakan dibanding seberapa cepat mereka makan.

Seekor mamalia laut hanya dapat menjadi raksasa jika ia mengonsumsi makanan yang cukup untuk mengimbangi tuntutan dari tubuh yang lebih besar. Paus biru mampu tumbuh jauh lebih besar dibanding mamalia laut lain karena memakan krill. Krill hanya sepanjang sekitar 5 sentimeter dan berenang perlahan dalam kawanan padat.

Paus biru mengembangkan mulut raksasa dan kantung tenggorokan sangat elastis, sehingga bisa menerjang dan menelan krill dalam jumlah sangat besar dalam satu tegukan. Mereka mampu memakan hingga 360 kg krill dalam sekali suap.

Namun, menerjang untuk mendapatkan makanan membutuhkan banyak energi. "Strategi makan ini hanya sepadan secara energi pada ukuran tubuh yang besar," kata Elliott Hazen, ahli ekologi di NOAA Fisheries.

"Paus biru bertahan hidup dengan mangsa berukuran kecil karena mereka mengembangkan salah satu sistem makan dalam jumlah besar yang paling efisien di alam," imbuhnya.

Ukuran paus tidak sekadar membantu saat makan, tapi memungkinkannya menempuh perjalanan jauh. Krill hanya dapat ditemukan dalam jumlah besar di lautan terisolasi, sehingga paus biru berenang ribuan kilometer antara tempat mencari makan dan tempat berkembang biak.

Tubuh besarnya dapat menyimpan banyak energi dalam bentuk lemak bahkan saat tidak sedang makan. Jadi, meski paus biru menggunakan lebih banyak energi dari hewan lebih kecil, mereka membakarnya lebih lambat. Daya tahannya pun jauh lebih tangguh.

Paus biru tidak selalu sebesar ini. Catatan fosil menunjukkan nenek moyangnya, Pakicetus, adalah mamalia darat seukuran serigala sepanjang 0,9 hingga 1,8 meter. Nenek moyang purba ini awalnya hidup di darat dan berburu di air dangkal.

Ketika paus pertama muncul sekitar 40 juta tahun lalu, ukurannya juga relatif sedang. Contohnya salah satu paus terawal yang diketahui, Mystacodon selenensis, panjangnya hanya sekitar 3,96 meter.

Sekitar 3 juta tahun silam, lautan berubah. Seiring hamparan lapisan es raksasa menyebar di Bumi, suhu turun dan pola angin meningkat. Ini menyebabkan peningkatan upwelling, proses di mana angin kencang menyebabkan air yang kaya nutrisi naik dari laut dalam.

Nutrisi tambahan membuat krill berkumpul dalam kawanan padat di sepanjang garis pantai, yang kemudian menguntungkan hewan-hewan yang mampu makan dalam jumlah besar dan menempuh perjalanan jauh.