Dan dengan membiarkan robot "mendikte tempo" kerja, Amazon juga mengurangi ketergantungannya pada tenaga kerja manusia, yang pada akhirnya melemahkan posisi pekerja baik secara individu maupun dalam potensi perundingan kolektif serikat pekerja.
Di luar area gudang, robot Amazon juga menjadi sumber publisitas sensasional, di mana pencapaian luar biasa di bidang otomatisasi menutupi risiko cedera di tempat kerja. Hal ini menjadi tameng yang sangat menguntungkan bagi Amazon, mengingat kondisi di fasilitas perusahaan tampaknya jadi makin berbahaya seiring bertambahnya robot yang diterjunkan ke area kerja.
"Amazon gemar membicarakan robot-robot terbarunya karena mereka tidak ingin membicarakan puluhan ribu pekerja Amazon yang mengalami cedera setiap tahunnya akibat obsesi Amazon dalam memaksimalkan kecepatan dan meminimalkan biaya," cetus direktur koalisi serikat pekerja Strategic Organizing Center, Joan Moriarty.