NADIKABAR.COM — Isu shadowban atau pembatasan jangkauan terhadap konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah netizen menduga adanya pembatasan jangkauan konten terkait karhutla yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menanggapi isu tersebut, Direktur Pengendalian Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Safriansyah Yanwar Rosyadi, menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah meminta platform membatasi maupun menurunkan konten terkait karhutla.
"Kami menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah menginstruksikan atau mengajukan permintaan kepada platform untuk membatasi atau menurunkan konten terkait kebakaran hutan," kata Safriansyah kepada NadiKabar, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, setiap platform digital memiliki pedoman komunitas (community guidelines) dan mekanisme moderasi konten masing-masing. Karena itu, dugaan penurunan jangkauan atau penghapusan konten perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait.
"Jadi, jika ada konten yang diduga mengalami penurunan jangkauan atau dihapus, penyebabnya perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait," ungkapnya.
Sebelumnya, sejumlah influencer dan tokoh ternama di Indonesia mengaku mengalami anomali di akun media sosial mereka usai posting soal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Shadow ban pun ramai dibahas di internet.
Di akun Threads @tasyafarasya, beauty vlogger dengan 7,4 juta pengikut di Instagram ini menuturkan jumlah views di Instagram Stories miliknya mengalami penurunan. Biasanya satu juta, menjadi 85.000-an saja.
"Stories aku biasanya VS story aku saat speak up. 🙂🙂🙂🙂," aku Tasya sambil memberi dua screenshot pembanding.
Sementara itu, influencer lainnya yakni Jerome Polin mengaku Instagram Story miliknya tidak mengalami shadow ban dan dirinya merasa bersyukur.
"Aku gak tau pasti caranya, tapi kalo aku liat pola dan pelajari, pakai template "add yours" bisa ngeboost views," kata Jerome dengan akun Threads @jeromepolin.