Veronica berpendapat bahwa keberhasilan sistem rating game bergantung juga pada pengawasan, edukasi, pendampingan atau bimbingan terhadap anak dan penerapan yang konsisten. Faktor lain adalah pengembangan kemampuan diri anak mencakup regulasi emosi, kendali dorongan dan pemecahan masalah.

"Sistem rating adalah pintu masuk perlindungan anak tapi bukanlah solusi tunggal," pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun NadiKabar dari Komdigi, IGRS menjadi sistem klasifikasi game nasional pertama di Asia Tenggara. IGRS berlaku untuk game lokal dan global. Pihak studio dan publisher wajib mengklasifikasikan game. Komdigi juga menggandeng International Age Rating Coalition (IARC) agar mudah diadopsi platform distribusi global.

Sampai September 2026, berdasarkan game yang terdaftar hingga 17 April 2026, tercatat sebanyak 3.623 game yang telah dilakukan proses verifikasi manual sebagai berikut: