NADIKABAR.COM — Provinsi Maluku Utara dinilai memiliki posisi strategis dalam peta investasi nasional. Pada triwulan II-2026, realisasi investasi di Maluku Utara mencapai Rp 40,2 triliun, atau menjadi provinsi dengan jumlah investasi terbesar ketiga di Indonesia.

Secara nasional, realisasi investasi pada Semester I 2026 telah mencapai Rp 1.010,6 triliun atau 49,5% dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun. Investasi itu menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja Indonesia.

Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional, Sona Maesana mengatakan, besarnya aktivitas investasi tersebut harus menjadi peluang bagi tumbuhnya pelaku usaha lokal.

Saat ini tercatat 34 Usaha Besar di Maluku Utara dengan total komitmen kemitraan sekitar Rp 7,89 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 4,52 triliun telah dituangkan dalam kesepakatan kemitraan, sementara realisasi yang terdata sementara mencapai sekitar Rp 3,53 triliun sepanjang 2021-2026.

"Angka ini menggambarkan peluang yang sangat besar. Namun, komitmen dan kesepakatan tersebut harus terus kita kawal agar menghasilkan transaksi dan realisasi kemitraan yang nyata," ujar Sona dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).