Kajian Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengonfirmasi bahwa melonjaknya suara tidak sah pada Pileg dipicu oleh bentuk fisik surat suara yang lebar serta kejenuhan pemilih (voter fatigue) yang kebingungan memahami tata cara pencoblosan. Beban fisik dan psikologis paling parah ditanggung oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Laporan gabungan KPU RI dan Kementerian Kesehatan RI pada Pemilu 2024 menunjukkan fakta memprihatinkan: 181 hingga 182 petugas pemilu meninggal dunia dan lebih dari 4.700 orang lainnya sakit akibat kelelahan parah.
Jam kerja tanpa henti yang kerap melampaui 24 jam, mulai dari penyiapan TPS, pemungutan, hingga penghitungan suara manual, membuktikan bahwa beban kerja saat ini sudah di luar batas wajar kemampuan manusia. Persoalan ini makin diperparah oleh kegagalan teknis aplikasi digital seperti Sirekap, yang kerap memicu ketidakpastian hukum dan perselisihan hasil rekapitulasi.