Dalam posisi portrait, satu halaman buku dapat ditampilkan dengan ukuran lebih besar. Teks terasa lebih lega dan nyaman dipandang, sehingga cocok untuk menikmati bacaan dalam waktu lama.

Pengalaman semakin menarik ketika Galaxy Z Fold 8 diputar ke posisi landscape. Pada aplikasi dan buku yang mendukung tampilan dua halaman, layar utama bisa menampilkan halaman kiri dan kanan secara berdampingan.

Sensasinya benar-benar seperti membuka buku fisik. Kita bisa melihat dua halaman sekaligus, lengkap dengan pengalaman membalik halaman yang terasa lebih natural.

Bagi kami, inilah salah satu keunggulan paling menarik dari desain baru Galaxy Z Fold 8. Layar cover nyaman untuk membaca secara praktis saat bepergian, sementara layar utama memberikan pengalaman lebih imersif ketika memiliki waktu luang.

Di luar aktivitas membaca, layar utama menjadi andalan ketika kami perlu membuka dokumen berukuran besar. File PDF, presentasi, hingga dokumen pekerjaan terasa lebih mudah diperiksa berkat ruang tampilan yang luas.

Begitu pula untuk multitasking. Kami bisa membuka browser di satu sisi sambil mencatat informasi di sisi lainnya. Galaxy Z Fold 8 bahkan memungkinkan hingga tiga aplikasi berjalan dalam tampilan terbagi, sehingga pekerjaan bisa diselesaikan tanpa harus terus berpindah aplikasi.

Untuk menikmati hiburan, rasio 4:3 memberikan kelebihan sekaligus kompromi. Konten dengan rasio serupa dapat memanfaatkan layar secara optimal, tetapi film berformat widescreen masih menyisakan bilah hitam di bagian atas dan bawah.

Dari sisi kualitas, kedua layar menawarkan refresh rate adaptif hingga 120Hz sehingga scrolling terasa mulus. Tingkat kecerahan puncak mencapai 3.000 nits, sementara lapisan antireflektif membantu mengurangi pantulan cahaya ketika digunakan di luar ruangan.

Bekas lipatan di tengah layar utama masih terlihat pada sudut tertentu, tetapi tidak terlalu mengganggu ketika membaca buku, membuka dokumen, maupun menonton video.

Pada akhirnya, perubahan rasio layar menjadi salah satu peningkatan paling berarti pada Galaxy Z Fold 8. Layar cover kini nyaman digunakan untuk sebagian besar aktivitas, sementara layar utama menawarkan ruang lebih luas ketika dibutuhkan.

Kedua layar terasa memiliki peran yang sama penting, bukan sekadar layar kecil untuk penggunaan singkat dan layar besar untuk aktivitas utama.

Galaxy Z Fold 8 ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang dipadukan RAM 12 GB. Chipset kelas flagship ini memberikan performa kencang untuk menjalankan berbagai aplikasi, termasuk game berat.

Dalam pengujian benchmark Geekbench 6, Galaxy Z Fold 8 mencatat skor sekitar 3.592 untuk single-core dan 10.765 untuk multi-core. Sementara AnTuTu menembus 3.127.273 poin.

Untuk penggunaan sehari-hari, perpindahan aplikasi berlangsung mulus. Menjalankan game seperti Delta Force juga tidak menjadi persoalan berarti, meski bodi terasa hangat ketika digunakan untuk beban berat dalam waktu lama.

Namun, daya tarik performa Galaxy Z Fold 8 bukan sekadar seberapa cepat chipset bekerja, melainkan bagaimana tenaga tersebut dimanfaatkan bersama layar lipatnya.

Misalnya ketika menyusun rencana perjalanan. Kami bisa membuka Google Maps, mencari informasi hotel melalui browser, dan membalas percakapan WhatsApp tanpa harus terus berpindah aplikasi.

Ketiga aplikasi tersebut dapat ditampilkan secara bersamaan pada layar utama. Pengalaman seperti ini membuat Galaxy Z Fold 8 lebih mendekati tablet produktivitas ketimbang smartphone konvensional.

Samsung membekalinya dengan One UI 9 berbasis Android 17. Antarmuka ini menyediakan berbagai fitur multitasking, termasuk split-screen dan floating window.

Ada pula Galaxy AI yang semakin terasa relevan dengan desain baru perangkat. Salah satunya Now Nudge, yang dapat memberikan saran tindakan berdasarkan konteks aktivitas pengguna.

Misalnya, ketika menerima pesan berisi ajakan makan malam, sistem dapat menawarkan akses ke kalender dalam tampilan split-screen. Fitur tersebut membantu mengurangi kebutuhan berpindah aplikasi secara manual.

Meski demikian, belum semua aplikasi pihak ketiga dioptimalkan untuk rasio layar Galaxy Z Fold 8. Beberapa aplikasi masih menampilkan ruang kosong atau tata letak yang kurang ideal.

Ketiadaan dukungan S Pen juga cukup disayangkan. Layar seluas ini sebenarnya berpotensi menjadi perangkat menarik untuk mencatat, menggambar, dan mengedit dokumen menggunakan stylus.

Samsung menyematkan baterai berkapasitas 4.800 mAh pada Galaxy Z Fold 8. Kapasitas ini meningkat dibandingkan Galaxy Z Fold7 yang menggunakan baterai 4.400 mAh.

Peningkatan tersebut didukung teknologi baterai silicon-carbon yang memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa membuat perangkat menjadi terlalu tebal.

Dalam pengujian penelusuran web melalui jaringan 5G, Galaxy Z Fold 8 mampu bertahan sekitar 13 jam. Untuk penggunaan campuran seperti membalas pesan, membuka media sosial, membaca artikel, memotret, dan sesekali bermain game, daya tahan baterainya cukup untuk menemani aktivitas sepanjang hari.