Pemakaian layar luar yang lebih sering juga dapat membantu menghemat daya. Sebaliknya, aktivitas berat seperti bermain game di layar utama, merekam video, dan menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan akan menguras baterai lebih cepat.

Agar lebih afdolkami mengujinya dengan PC Mark Work 3.1 Battery Life. Hasilnya menujukan angka yang tinggi, 21 jam 11 menit.

Galaxy Z Fold 8 mendukung pengisian daya kabel 45W, meningkat dari 25W pada generasi sebelumnya. Dalam pengujian menggunakan pengisi daya yang sesuai, kapasitas baterai dapat mencapai sekitar 70% setelah 30 menit. Pengisian daya nirkabel juga meningkat menjadi 20W.

Secara keseluruhan, daya tahan Galaxy Z Fold 8 tergolong solid, meski belum mengungguli seluruh pesaingnya yang menawarkan baterai lebih besar. Nilai tambahnya terletak pada keseimbangan antara kapasitas baterai, bobot ringan, dan desain ringkas.

Galaxy Z Fold 8 dibekali dua kamera belakang, masing-masing kamera utama 50 MP dan ultrawide 50 MP. Samsung juga menyematkan kamera selfie 10 MP pada layar luar dan kamera 10 MP pada layar utama.

Hasil foto kamera utamanya tergolong memuaskan, terutama dalam kondisi pencahayaan cukup. Detail terlihat tajam, rentang dinamis luas, dan warna tampil menarik dengan karakter khas Samsung.

Kamera ultrawide 50 MP menjadi salah satu peningkatan penting. Resolusinya jauh lebih tinggi dibandingkan kamera ultrawide 12 MP pada Galaxy Z Fold 7, sehingga hasil foto pemandangan maupun arsitektur mampu mempertahankan lebih banyak detail.

Kemampuan fotografi malam juga mengalami peningkatan. Foto dalam kondisi minim cahaya terlihat lebih terang dengan detail yang relatif terjaga.

Namun, Galaxy Z Fold8 tidak dilengkapi kamera telephoto khusus. Perangkat ini mengandalkan zoom digital hingga 10x, yang kualitasnya mulai menurun pada tingkat pembesaran tinggi.

Tidak adanya kamera telephoto terasa sebagai kompromi cukup besar untuk smartphone lipat premium, terutama bagi pengguna yang gemar memotret objek dari jarak jauh.

Kendati demikian, Galaxy Z Fold 8 menawarkan keunggulan fotografi yang tidak dimiliki kebanyakan smartphone biasa, yakni fleksibilitas penggunaan dua layar.

Ketika memotret seseorang, layar luar dapat dimanfaatkan sebagai pratinjau sehingga subjek bisa melihat pose dan komposisi fotonya sendiri.

Fitur ini berguna untuk mengambil foto bersama teman atau keluarga. Orang yang difoto tidak perlu terus menebak bagaimana penampilannya di depan kamera.

Layar luar juga bisa digunakan untuk mengambil selfie menggunakan kamera utama 50 MP. Hasilnya berpotensi lebih baik dibandingkan kamera selfie biasa karena memanfaatkan sensor kamera belakang.

Setelah foto diambil, pengguna cukup membuka perangkat untuk melihat hasilnya pada layar 7,6 inch. Proses memilih foto, memperbesar detail, mengatur komposisi, dan mengedit gambar terasa lebih nyaman berkat ruang kerja yang luas.

Fitur menarik lainnya adalah My FanCam. Teknologi ini memungkinkan pengguna memilih seseorang dalam video, kemudian AI mengikuti pergerakan subjek tersebut dan menyesuaikan komposisi gambar.

Fitur ini berguna ketika merekam konser, pertandingan olahraga, atau aktivitas anak. Video horizontal bisa diolah menjadi konten vertikal yang lebih cocok untuk media sosial.

Tidak ketinggalan Photo Assist yang juga mendapat manfaat dari layar utama yang lebar. Pengguna bisa membandingkan foto sebelum dan sesudah diedit secara berdampingan, sehingga perubahan yang dilakukan AI lebih mudah diperiksa.

Dengan demikian, keunggulan kamera Galaxy Z Fold 8 bukan hanya pada kualitas gambar, tetapi juga pengalaman memotret dan mengolah konten yang lebih fleksibel.

Samsung Galaxy Z Fold 8 menghadirkan perubahan desain yang bukan sekadar penyegaran tampilan. Setelah sebulan menggunakannya, kami merasakan bentuk menyerupai paspor memberikan manfaat nyata, terutama pada kenyamanan layar cover untuk aktivitas sehari-hari.

Kami justru lebih sering menggunakan layar luar untuk membalas pesan, menjelajahi internet, hingga membaca ebook saat commuting. Ketika membutuhkan ruang lebih luas, layar utama 7,6 inch menawarkan pengalaman seperti tablet mini, mulai dari membaca dua halaman buku sekaligus hingga membuka dokumen dan multitasking.

Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy juga memuaskan. Berbagai aplikasi berjalan mulus, Galaxy AI semakin berguna, sementara baterai mampu menemani aktivitas seharian dengan dukungan pengisian cepat 45W.

Meski demikian, Galaxy Z Fold 8 masih memiliki sejumlah kompromi. Absennya kamera telephoto, dukungan S Pen, dan Flex Mode cukup disayangkan. Belum semua aplikasi juga dioptimalkan untuk rasio layar barunya.

Menurut kami, Galaxy Z Fold 8 cocok bagi pengguna yang menginginkan smartphone ringkas untuk komunikasi sehari-hari, tetapi tetap membutuhkan layar luas untuk membaca, bekerja, dan menikmati hiburan.

Pada akhirnya, keunggulan terbesar Galaxy Z Fold 8 bukan sekadar spesifikasi yang lebih tinggi, melainkan desain baru yang membuat konsep smartphone sekaligus tablet terasa semakin praktis untuk digunakan setiap hari.