Kami sempat menguji menggunakan Geekbench 7, MacBook Pro M5 Pro mampu menghasilkan skor single-core di kisaran 3.718 poin, sedangkan multi-core menembus sekitar 34.831 poin.

Ketika tenaga penuh M5 Pro dibutuhkan, chip ini benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai prosesor untuk pekerjaan profesional. Namun ada konsekuensinya.

Dibandingkan MacBook Pro M4 yang sebelumnya pernah kami gunakan, MacBook Pro M5 Pro terasa lebih panas ketika menjalankan pekerjaan berat. Suhu meningkat terutama ketika perangkat digeber untuk proses rendering atau pekerjaan yang membebani CPU dan GPU secara terus-menerus.

Kemampuan AI justru menjadi salah satu bagian paling menarik dari M5 Pro. Setiap core GPU kini dilengkapi Neural Accelerator, ditambah Neural Engine untuk menangani machine learning.

Kami mencoba aplikasi seperti Draw Things, yang memungkinkan model generative AI dijalankan langsung di Mac tanpa bergantung pada cloud.

Sebagai gambaran, model Flux.1 Schnell dengan sekitar 12 miliar parameter dapat menghasilkan gambar pertama dalam waktu sekitar 31 detik. Setelah model dimuat ke memori, gambar berikutnya dapat dibuat hanya dalam kisaran 13 detik.

Pengujian lain menggunakan Z-Image menunjukkan gambar 1.024 x 768 pixel dengan delapan steps dapat diselesaikan sekitar 20 detik pada M5 Pro 20-core GPU.

Draw Things bahkan dapat digunakan untuk AI video generation menggunakan model LTX secara lokal.

Di sinilah RAM 48 GB terasa berguna. Model AI berukuran besar mendapat ruang jauh lebih lega di unified memory. Stable Diffusion, Flux hingga LLM dapat berjalan langsung di perangkat menggunakan Draw Things, LM Studio atau Ollama.

Kemampuan menjalankan model besar secara lokal, dengan konsumsi daya dan suara kipas relatif rendah, menjadi daya tarik tersendiri MacBook Pro ini.

MacBook mungkin bukan nama pertama yang terlintas untuk gaming, tetapi M5 Pro menunjukkan peningkatan signifikan.

Kami menjajal Cyberpunk 2077, salah satu game AAA berat yang kini tersedia secara native untuk Apple Silicon.

M5 Pro dengan GPU 20-core mampu menghasilkan sekitar 100 fps pada 1080p Low, 80 fps pada Medium dan 66 fps pada High. Bahkan pada preset Ultra, game masih berjalan di kisaran 58 fps.

Naik ke resolusi 2.560 x 1.440 dengan Ultra, performanya turun menjadi sekitar 33 fps.

Untuk mendapatkan keseimbangan visual dan performa, pengaturan High dengan bantuan upscaling menjadi pilihan yang lebih ideal. Cyberpunk 2077 dapat berjalan di sekitar 60 fps pada resolusi 1440p upscaled tanpa ray tracing.