Hasil ini cukup mengesankan untuk sebuah laptop yang tujuan utamanya bukan gaming.
Game berat lain juga memberikan hasil menarik. Baldur's Gate 3 mampu berjalan sekitar 84 fps pada 1080p Ultra dan 57 fps pada 1440p Ultra.
Performa tinggi biasanya harus dibayar dengan konsumsi daya besar. Menariknya, efisiensi baterai MacBook Pro M5 Pro masih cukup impresif.
Dalam salah satu sesi kerja, kami mulai melakukan editing sekitar pukul 18.51 dengan baterai 100%. Laptop digunakan untuk editing footage, color grading, menjalankan beberapa aplikasi pendukung hingga export.
Pekerjaan selesai sekitar pukul 21.13 atau setelah kurang lebih 2 jam 22 menit. Baterai yang tersisa masih 65%. Artinya, workflow tersebut menghabiskan sekitar 35% baterai.
Pengalaman setelah hampir sebulan pemakaian juga sedikit berbeda dibandingkan saat pertama menggunakan laptop ini. Daya tahan baterainya kini terasa lebih irit.
Belum dapat dipastikan apakah perubahan tersebut berkaitan dengan proses optimisasi sistem dan fitur AI di macOS yang sudah selesai berjalan, atau karena pola penggunaan kami yang mulai berubah.
Namun untuk aktivitas ringan seperti browsing, menonton video, mendengarkan musik dan kebutuhan entertainment, daya tahannya sekarang terasa jauh lebih baik dibandingkan kesan pada awal pemakaian.
Setelah hampir sebulan digunakan, kekuatan utama MacBook Pro M5 Pro semakin terlihat ketika laptop ini diberi pekerjaan berat.
Proses export footage Full HD 11 menit yang dapat diselesaikan hanya dalam 1 menit 12 detik memperlihatkan betapa agresif performa chip M5 Pro. Tak hanya itu, generative AI lokal hingga memainkan Cyberpunk 2077 menjadi bukti bahwa M5 Pro bukan hanya menawarkan CPU lebih kencang.
Kombinasi GPU baru, Neural Accelerator dan unified memory 48 GB membuat MacBook Pro cocok untuk editor video, kreator konten, developer maupun profesional yang membutuhkan workstation portable.
Namun ada konsekuensi yang harus diterima, temperatur terasa lebih tinggi dibandingkan MacBook Pro M4 ketika laptop digeber.
Pun begitu, performa yang disuguguhkan MacBook Pro M5 Pro tidak langsung mengorbankan daya tahan baterai. Setelah digunakan editing selama lebih dari dua jam, baterainya masih tersisa 65%. Untuk penggunaan ringan, daya tahannya bahkan terasa semakin baik setelah hampir sebulan digunakan.
Jadi, jika pekerjaan menuntut performa tinggi, M5 Pro terasa sangat powerful ketika tenaganya dibutuhkan. Pada saat bersamaan, efisiensi baterainya tetap menjadi salah satu keunggulan terbesar MacBook Pro dibandingkan banyak laptop performa tinggi berbasis Windows.
Kesimpulannya, MacBook Pro M5 Pro mungkin masih menggunakan desain yang familiar, tetapi di balik bodi tersebut Apple memberikan mesin yang semakin kencang tanpa membuat penggunanya harus terus mencari colokan.