"Kami berharap peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan. Tentunya tidak seluruh praktik dapat diterapkan secara langsung, tetapi esensi dan pembelajarannya dapat kita kaji untuk melihat apa yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik penyelenggaraan MBG di Indonesia," tutur Prima.
Melalui pelatihan tersebut, BGN terus membuka ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman untuk mendukung pengembangan penyelenggaraan MBG secara berkelanjutan, termasuk dalam memperkuat keterkaitan antara pemenuhan gizi dan pendidikan bagi peserta didik.
BGN menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam mengembangkan gagasan MBG-JICA Pilot. Upaya ini untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan shokuiku dalam memperkaya pengalaman Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rancangan MBG-JICA Pilot, terdapat sejumlah area yang menjadi perhatian untuk dikaji. Di antaranya adalah pengurangan sampah dan sisa makanan, peningkatan proses pengiriman dan penyajian makanan, penguatan keterlibatan siswa dalam kegiatan makan di sekolah, serta pendidikan pangan dan gizi.
Pilot tersebut dirancang melalui dua komponen yang saling melengkapi, yakni Shokkan Trial di tingkat SPPG dan kegiatan Shokuiku di tingkat sekolah. Melalui Shokkan Trial, pembelajaran diarahkan pada pengalaman di tingkat penyediaan layanan makanan, sedangkan Shokuiku Activities di sekolah memberikan ruang untuk memperkuat pengalaman siswa dalam memahami makanan dan gizi.