"Kalau memang mau 100 gigawatt secepat-cepatnya di 2029, maka 2027 harga PLTS yang tadinya 5-10 sen itu perlu ditekan dengan cepat jadi 3,5 sampai 5 sen tadi. Itu harus bersegera terjadi," jelasnya.

Menurutnya upaya penurunan harga pemasangan atau pembangunan PLTS ini dapat dilakukan dengan melalui beberapa skema seperti pemberian relaksasi impor untuk komponen pembangkit dari luar negeri hingga intervensi pemerintah dalam penyediaan lahan pembangkit.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Adrian Lembong mengatakan pembangunan PLTS hingga 100 GWp sangat memungkinkan untuk dilakukan di Indonesia.

Dalam hal ini ia menjelaskan standar kebutuhan ruang untuk pembangunan PLTS sekitar 1 hektare untuk kapasitas terpasang 1 megawatt. Maka untuk target target 100 GWp memerlukan lahan sekitar 100.000 hektare yang menurut Adrian mudah untuk didapatkan.