"Pemasangan itu kebutuhannya ya sekitar 1 megawatt itu per 1 hektare. Jadi kalau 1 GWp itu 1.000 hektare, 100 GWp itu 100.000 hektare. 100.000 hektare itu kebun sawit average gitu loh. Jadi, kalau dari segi luasan tanah yang ada, sebetulnya 100 GWp itu very doable," paparnya.

Namun yang menjadi perhatiannya saat ini bukan hanya masalah apakah PLTS itu dapat dipasang atau tidak, namun lebih kepada ke mana listrik itu akan dialirkan. Dalam hal ini ketersediaan atau pemerataan infrastruktur pendukung seperti jaringan transmisi listrik penting untuk dimiliki.

Selain itu yang tak kalah penting adalah nilai ekonomi dari listrik yang dihasilkan. Sebab jika harga listrik PLTS tidak bersaing alias cukup mahal, maka besar kemungkinan sumber energi ini tidak akan banyak digunakan yang pada akhirnya bisa menghambat proses pembangunan PLTS itu sendiri.

"Jadi 100 GWp itu kembali lagi ke pertanyaan dari soal harganya ini attractive atau nggak. Ya pada saat ini, apa yang diharapkan itu nggak achievable gitu, dari segi harga," tegas Adrian.