Secara khusus, Pemerintah RI menaruh perhatian pada pergerakan harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh US$117 per barel pada akhir Oktober, tetapi kini telah terkoreksi.

Airlangga memastikan fluktuasi harga energi tersebut saat ini masih dalam batas aman Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Terkait dengan situasi global, kami melihat untuk energi relatif harga pembelian kita di sektor energi di bawah 100 dolar, sekitar 93 dolar. Jadi, sampai dengan akhir tahun relatif gejolak energi itu terserap oleh APBN," ujar Airlangga.

Pada perdagangan awal Kamis (5/11), harga minyak mentah berjangka Brent turun 97 sen atau 1,03 persen menjadi US$93,65 per barel pada pukul 02.11 GMT atau 09.11 WIB.

Sementara itu, minyak mentah berjangka US West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,14 atau 1,29 persen ke level US$86,98 per barel.

Berdasarkan laporan Reuters, penurunan harga ini didorong oleh ekspektasi pasar yang merespons kekalahan Partai Republik pimpinan Presiden AS Donald Trump.