NADIKABAR.COM — Pemerintah Indonesia tengah memantau dampak hasil pemilihan umum sela (midterm elections) di Amerika Serikat (AS).

Kemenangan Partai Demokrat yang berhasil mengambil alih kendali atas dua majelis tertinggi Kongres, yakni Senat dan Dewan Perwakilan, diyakini akan membawa perubahan dinamika yang signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pergeseran peta politik di AS tersebut akan berimbas langsung pada arah kebijakan perekonomian dan geopolitik global.

"Kita juga memonitor midterm election di Amerika. Kita lihat bahwa Kongres maupun Senat dikuasai oleh Demokrat. Tentu ini akan berakibat terhadap kebijakan-kebijakan perekonomian maupun geopolitik global," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).

Airlangga turut menyoroti sejumlah indikator makroekonomi global yang saat ini membayangi pasar.

Beberapa di antaranya meliputi tekanan suku bunga The Fed yang berada di kisaran 3,75 hingga 4 persen, imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun di level 4,86 persen, serta inflasi global tahun ini di angka 4,7 persen yang diperkirakan melandai ke 4,1 persen pada tahun depan.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi global saat ini berada di angka 3,1 persen yang diperkirakan naik ke 3,4 persen tahun depan.