Dengan posisi Trump yang kini melemah akibat Kongres yang dikuasai Demokrat, opsi militer AS, terutama terkait konflik dengan Iran, diproyeksikan akan jauh lebih terbatas.
Dua sumber Reuters yang dekat dengan lingkaran pemerintahan negara-negara Teluk pada Rabu (4/11) mengungkap dinamika politik ini memberikan dorongan lebih besar bagi Trump untuk mencari kesepakatan damai.
Menurut sumber tersebut, kemungkinan serangan skala penuh terhadap Iran kini tampaknya makin kecil.
Potensi resolusi konflik ini diyakini mampu memulihkan aliran pasokan minyak dari Timur Tengah.
Merespons proyeksi tersebut, Analis Minyak Senior Sparta Commodities June Goh menilai pasar saat ini tengah menakar ulang langkah pemerintahan AS ke depan.
"Pasar sedang menakar dampak pemilu paruh waktu (midterm elections) terhadap langkah Trump selanjutnya terkait perang Iran dan memperhitungkan peluang yang lebih besar bagi berakhirnya perang tersebut," ujar June Goh.