NADIKABAR.COM — Ribuan pekerja perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor, untuk pertama kalinya sejak satu dekade terakhir pada Jumat (21/8/2026). Aksi tersebut dilakukan setelah negosiasi upah menemui jalan buntu.

Dalam negosiasi tersebut, para pekerja menuntut kenaikan batas usia pensiun dan perlindungan pekerjaan dari dampak kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Aksi pemogokan ini dilakukan di depan kantor pusat Hyundai Motor, Seoul, Korea Selatan.

Dikutip dari Reuters, aksi pemogokan tersebut juga diikuti anggota sekitar pekerja lainnya. Sehingga total pekerja yang tergabung dalam aksi tersebut mencapai sekitar 3.000 orang.

Aksi ini disebut berdampak pada produksi Hyundai Motor. Berdasarkan laporan dari kantor berita Yonhap, pemogokan tersebut mengganggu produksi 55.200 kendaraan dengan nilai mencapai 2,3 triliun won atau sekitar Rp 29,40 triliun (asumsi kurs Rp 12,78/won Korea Selatan).