Langkah tersebut berlangsung saat perusahaan tengah mengalami penurunan pendapatan dari televisi tradisional dan melambatnya pertumbuhan pelanggan layanan streaming.
Perusahaan hiburan juga menghadapi persaingan dari media sosial, video daring, serta layanan streaming yang didukung oleh perusahaan teknologi besar seperti Amazon.com Inc. dan Apple Inc.
Dalam konferensi Bloomberg Screentime di Los Angeles pada 1 Oktober lalu Presiden Disney Dana Walden mengatakan perusahaan perlu terus mengevaluasi struktur dan organisasinya.
Ia juga mengakui keputusan PHK merupakan hal yang sangat menyakitkan bagi perusahaan.
"Teknologi kini mulai menyasar bisnis kami. Karena itu, kami harus mampu bertahan, berkembang, dan terus tumbuh. Itulah yang akan kami lakukan," ujar Walden.