Suahasil menambahkan, negara akan hadir dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui berbagai program.

Ia mengatakan dalam APBN 2027, porsi alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp 824 triliun. Di mana anggaran akan digunakan untuk Program Indonesia Pintar, Program KIP Kuliah, renovasi sekolah dan madrasah, pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, serta dukungan beasiswa dan pengembangan talenta melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.

"Ini bukan hanya sekadar memenuhi amanat konstitusi, tetapi kita pahami adalah investasi langsung untuk masa depan generasi Indonesia," katanya.

Kemudian, untuk anggaran Perlindungan Sosial, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 539,7 triliun yang ditujukan untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat miskin, dan rentan, sekaligus mengakselerasi pengentasan kemiskinan.

Ia mengatakan anggaran tersebut akan disalurkan melalui berbagai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, Kartu Sembako, bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pemerintah juga menyiapkan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp 195,3 triliun untuk memperkuat swasembada pangan, sekaligus mewujudkan petani makmur dan nelayan sejahtera.