Selanjutnya, pemerintah meningkatkan Transfer ke Daerah sebesar Rp 735 triliun dibandingkan transfer pada tahun ini. Ia mengatakan peningkatan ini dilakukan guna memastikan agenda pembangunan dan penguatan pelayanan publik dapat dirasakan merata di seluruh pelosok negeri.
"APBN dan APBD adalah satu kesatuan, bekerja dalam satu tarikan napas bersama agar setiap Rupiah anggaran memberikan manfaat yang makin nyata dan merata bagi masyarakat," ujarnya.
Adapun dalam kerangka APBN 2027 difokuskan untuk mendukung 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dan 1 program pendukung enabler yang keseluruhannya meliputi 60 program kerja.
Kedelapan klaster PKPN tersebut adalah kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.
Sementara itu, program pendukung atau enabler adalah penguatan di bidang pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.
"Berbagai agenda pembangunan tersebut dapat dijalankan secara efektif apabila ditopang APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pembiayaan yang inovatif dan terukur," jelasnya.