Ia mengakui bahwa adanya insentif ini akan membuat negara kehilangan penerima pendapatan. Namun, hal tersebut kata Suahasil tak masalah, karena insentif ini beredar dalam perekonomian Indonesia.

"Dan penerima manfaat yang paling besar adalah rumah tangga karena berbagai macam pajak tidak dikenakan untuk barang-barang bahan pokok, tidak dikenakan untuk berbagai macam. Kalau yang iklim investasi itu berarti ada biaya masuk yang tidak dikenakan dan seterusnya," pungkasnya.