NADIKABAR.COM β€” Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) Sumatera Barat (Sumbar) menghadirkan layanan Endovenous Laser Ablation (EVLA) untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi modern dalam penanganan varises dan gangguan pembuluh darah vena.

β€œKami berharap layanan EVLA memudahkan masyarakat Sumbar mendapatkan penanganan varises sekaligus meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan gangguan pembuluh darah vena,” kata Direktur Utama RS Unand Sumbar dr Muhammad Riendra di Padang, Minggu.

Dia mengatakan hal tersebut dalam kegiatan EVLA Immersion 2026 diselenggarakan Divisi Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular (BTKV) RS Unand Sumbar.

Kegiatan tersebut melibatkan tim dokter BTKV RS Unand yakni dr Ardiansyah dan dr Brilliant dari RS Arifin Ahmad Pekanbaru. RS Unand juga menghadirkan dr Siddik Permana Putra dari RS Akademik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, sebagai dokter tamu dan narasumber.

Ia mengungkapkan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya rumah sakit mengembangkan layanan bedah vaskular modern sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan varises dan gangguan pembuluh darah vena.

Varises merupakan pelebaran pembuluh darah vena, terutama pada kaki, yang dapat menjadi tanda gangguan fungsi katup vena sehingga darah tidak mengalir kembali ke jantung secara optimal.

Kondisi tersebut salah satu bentuk penyakit vena kronis atau Chronic Venous Disease (CVD) yang pada tahap tertentu dapat berkembang menjadi insufisiensi vena kronis atau Chronic Venous Insufficiency (CVI).

Ia menyebut sejumlah penelitian internasional memperkirakan varises dialami sekitar 20–30 persen orang dewasa, meskipun prevalensi bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, populasi, dan metode penelitian.

Ia mengatakan EVLA salah satu pilihan penanganan modern untuk varises akibat refluks vena superfisial, yakni prosedur penutupan pembuluh darah vena yang mengalami gangguan menggunakan energi laser dari dalam pembuluh darah.

β€œProsedur EVLA dilakukan dengan memasukkan serat laser ke dalam vena yang bermasalah untuk menutup pembuluh darah tersebut, sehingga dapat menjadi alternatif penanganan varises akibat gangguan aliran balik pada vena superfisial,” ujarnya.

Dibandingka dengan operasi konvensional, kata dia, EVLA menawarkan pendekatan yang lebih minimal invasif dengan pemulihan relatif lebih cepat.

Ia menyatakan rangkaian kegiatan meliputi diskusi dan pembaruan pengetahuan, evaluasi pasien, pemetaan pembuluh darah kaki menggunakan USG dupleks, serta pelaksanaan tindakan EVLA secara langsung terhadap tiga pasien terpilih.

Menurut dia, ketiga pasien yang menjalani tindakan tersebut menjalani perawatan singkat dengan rencana pemulangan setelah observasi semalam.

Pasien yang memenuhi kriteria klinis dapat mulai berjalan secara mandiri setelah tindakan sesuai instruksi tim medis. Pendekatan minimal invasif ini diharapkan dapat mengurangi beban pemulihan yang sering dikhawatirkan pasien ketika menjalani operasi.

Melalui pengembangan layanan tersebut, RS Unand mengingatkan masyarakat bahwa varises bukan semata-mata persoalan kosmetik dan tidak selalu dapat dibiarkan tanpa evaluasi medis.

Keluhan berupa kaki sering bengkak, terasa berat, mudah lelah, muncul pembuluh darah berkelok-kelok, perubahan warna kulit, atau luka yang tidak kunjung sembuh perlu mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

Ia menambahkan masyarakat yang mengalami keluhan tersebut dapat berkonsultasi ke RS Unand untuk mendapatkan evaluasi oleh tim terkait.

Pemeriksaan akan membantu menentukan apakah keluhan disebabkan gangguan vena serta penanganan yang sesuai, mulai dari perubahan gaya hidup, terapi kompresi, obat untuk indikasi tertentu, hingga tindakan intervensi seperti EVLA.

Ia menegaskan tersedianya layanan EVLA di RS Unand menjadi langkah memperluas akses masyarakat Sumbar terhadap teknologi penanganan varises modern.

Dengan dukungan tenaga medis yang kompeten, fasilitas pemeriksaan USG dupleks, dan pengembangan layanan bedah vaskular, RS Unand berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan bagi pasien dengan gangguan pembuluh darah.

Ia berharap, ke depan pelayanan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar, mengurangi keterlambatan penanganan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit vena kronis.