"Respons jarak jauh kami memberikan dampak sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam. Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik agresor berhasil diserang. Nilainya miliaran dolar yang selama ini menopang mesin perang mereka," tulis Zelensky di X.

Ukraina sebelumnya telah memberikan bocoran terkait rudal tersebut pada bulan Februari, saat digunakan untuk menyerang pabrik mesin Votkinsk milik Rusia yang berjarak 1.384 kilometer melintasi perbatasan. Saat itu, insiden ini merupakan serangan terjauh Ukraina ke wilayah Rusia menggunakan senjata domestik.

Dikutip NadiKabar dari NY Post, ia mulai diproduksi Agustus 2025, dan Zelensky bersumpah Flamingo yang panjangnya 12,19 meter dan dinamai dari rona merah mudanya selama uji coba, akan menjadi rudal tersukses Ukraina.

Flamingo dikerahkan bersama rudal balistik Pelican baru, yang meski jangkauannya lebih pendek, dilaporkan mampu melesat lebih cepat dan dirancang untuk membanjiri sistem pertahanan Rusia sehingga proyektil jarak jauh dapat terbang tanpa hambatan.