Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menggambarkan serangan semalaman tersebut sebagai serangan"terbesar yang pernah ada"di ibu kota Rusia sejak perang dimulai, dengan kerusakan signifikan dilaporkan terjadi di kilang minyak tersebut.
Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Moskow terus meningkat, memicu kekurangan produksi minyak, lonjakan harga bahan bakar, dan antrean panjang di pompa bensin di berbagai wilayah Rusia.
Kyiv menyatakan serangan-serangan ini bertujuan untuk menghambat kemampuan Rusia mendanai mesin perangnya, sementara para pejabat Amerika Serikat mengklaim rentetan serangan tersebut mengganggu harga minyak global yang sudah terlanjur tinggi akibat perang di Iran.
Di kawasan wilayah Moskow yang lebih luas, serangan itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 20 orang lainnya. Serangan tersebut juga terjadi bertepatan saat Rusia menyelenggarakan pemungutan suara di lima wilayah Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan militernya, termasuk Krimea yang dianeksasi.