Sementara itu, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Kanada menguat 0,01 persen.

Sebaliknya, euro melemah 0,06 persen, pound sterling Inggris turun 0,05 persen, dolar Australia terkoreksi 0,12 persen, dan franc Swiss melemah 0,05 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar global.