"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risk-off global akibat kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan (AI), eskalasi geopolitik di Timur Tengah, dan memburuknya kondisi fiskal di Prancis," ujar Lukman kepada NadiKabar.com.

Meski demikian, Lukman menilai pergerakan rupiah masih berpeluang ditopang oleh sentimen di pasar saham domestik. Jika sentimen tersebut tetap membaik, rupiah berpotensi memperoleh dukungan.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.