BMI memproyeksikan inflasi Indonesia rata-rata mencapai 3,4% pada 2026 dan 3,5% pada 2027. Kenaikan harga pangan dan energi tersebut dapat menambah tekanan inflasi sekaligus memperkuat alasan pengetatan kebijakan moneter.

Selain itu, ketidakpastian terkait kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga menjadi perhatian. Jika Indonesia diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dana yang mengikuti indeks pasar negara berkembang berpotensi melepas saham Indonesia dan menambah tekanan terhadap rupiah.