"Lalu tentang produk sampah lainnya, biogas, ini bahan bahan bakar juga, yang saat ini mungkin trending ya, biogas menjadi biometana. Karena pengurangan emisi yang sangat signifikan, mendapatkan harga karbon yang lebih banyak, biometana ini mulai ingin dikomersialisasikan. Izinnya sudah ada dari Kementerian ESDM sejak 2024 akhir, cukup hanya izin produksi saja, nanti bisa B2B," sambung Eniya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa TNI akan terlibat dalam pengolahan sampah menjadi BBM.
"Kita juga terima kasih kepada Bapak Maruli TNI Angkatan Darat yang akan membantu kita untuk mengubah (sampah) yang sudah lama. Sampah ini kan hanya baru datang. Kota Bekasi ini ada yang baru datang sampahnya 1.800 ton. Tapi yang menjadi gunung itu banyak. Nah, yang jadi gunung itu akan dikelola TNI nanti kerja sama akan pirolisis, jadi minyak," ujar Zulhas di Bekasi, Rabu (26/8/2026).
Di tempat yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya bersama mitra pilihannya akan fokus mengolah sampah lama yang sudah menggunung. Sementara saat ini pemerintah mengelola PSEL.
"Yang kami akan olah adalah timbunan-timbunan sampah lama. Yang inilah yang mungkin sampai dengan sekarang masih belum ada yang bisa memilah ini. Kebetulan ada yang bisa dari partner kami, dari Pak Agus, Pak Agus itu dari pengelola, salah satu dirut di pengembang ini yang mampu mengerjakan ini. Jadi nanti dari sampah lama ini bisa 1.000 ton per hari diproses," katanya.