Maruli menyampaikan dalam proyek ini pihaknya membutuhkan lahan mencapai 5 hektare untuk fasilitas utama ditambah area pre treatment sekitar setengah hektare di tiap tempatnya. Dari lahan tersebut, ia memperkirakan dapat mengolah sampah lama 1.000 ton per hari.
"Kalau itu bisa ada lahannya, bagaimana teknis penggunaannya, ini yang mungkin nanti saya akan ulas sedikit, kami bisa segera kerjakan. Jadi itu intinya," katanya.
Maruli menambahkan, proyek ini akan berlangsung di Bantar Gebang, Sumur Baru (Bekasi), Galuga Bogor, Sari Mukti Bandung, dan Jatibarang, Semarang.
Ia mengatakan dalam proses ini, pihaknya masih menemui berbagai kendala, mulai dari belum tersedianya lahan, proses perizinan, hingga penjualan hasil olahan sampah yang nantinya menjadi solar.
"Jadi intinya kalau ini sudah bisa diselesaikan masalah perizinan, mungkin satu tahun pabrik-pabrik ini bisa jalan Pak. Jadi ini sudah kami kerjakan dari sejak April perintah dari Presiden itu, sampai dengan sekarang masalah tempat kami belum bisa dapatkan. Kalau ini sudah bisa selesai, kita go paling lama satu tahun, pabrik sudah siap untuk bisa mengolah sampah seribu ton per hari di setiap titik," terangnya.