"Saya melihat sangat positif ya, karena semua perubahan-perubahan ini intinya adalah untuk membuat pasar modal kita lebih transparan. Yaitu mungkin dari segi price finding-nya, ataupun dari segi untuk menjaga keamanan dari segi ritel yang ikutan masuk ke dalam pasar modal kita," kata Anderson.
Anderson menilai Indonesia masih memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi pasar modal di tingkat global. Menurutnya, peluang tersebut dapat dimaksimalkan apabila kebijakan yang diterapkan mampu menopang pertumbuhan industri dalam beberapa tahun mendatang.
Dia juga melihat masih banyak ruang untuk mengembangkan produk pasar modal, termasuk exchange traded fund (ETF) dan instrumen derivatif. Ajaib juga telah mengikuti uji coba perubahan batas minimal bersama Anggota Bursa (AB) pada 22 dan 29 Agustus 2026.
"Kita tuh yang pasti dikasih PR (pekerjaan rumah) terbanyak biasanya kalau ada inovasi-inovasi baru. Kita pasti yang paling rajin. Kita bilang oke baik kita akan ambil, kita akan coba gitu, karena kami selalu ingin perkembangan dari pasar modal Indonesia," tandas Anderson.