Keseimbangan kehidupan kerja yang buruk biasanya membuat karyawan harus menyelesaikan pekerjaan ke rumah pada malam hari. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan membuat waktu mereka habis untuk bekerja dan tidak mempunyai waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.

Buruknya keseimbangan kehidupan kerja membuat karyawan tidak mempunyai waktu untuk beristirahat. Waktu untuk melakukan hobi dan kepentingan pribadi juga terbatas.

Lingkungan kerja yang toxic biasanya dikelilingi oleh masalah dan drama. Situasi ini akan membuat bekerja terasa tidak nyaman, khususnya saat karyawan mengalami perundungan, menjadi sasaran gosip, dan mengalami micromanagement.

Kondisi ini akan menurunkan semangat kerja karyawan karena merasa tertekan. Masalah kesehatan mental seperti stres lebih rentan muncul jika tidak segera ditangani.

Karyawan bisa merasa stres saat mereka merasa tidak mendapatkan kompensasi yang sesuai atau penghasilan yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.