NADIKABAR.COM — Menangis diam-diam di toilet kantor mungkin pernah menjadi cara seseorang untuk melepaskan tekanan.
Stres di tempat kerja bukan hanya soal pekerjaan yang menumpuk. Hal ini bisa terjadi karena lingkungan kerja yang buruk, masalah keuangan, hingga hubungan yang tidak sehat antarrekan kerja.
Situasi tersebut tidak boleh dianggap sepele jika terjadi terus-menerus. Memahami faktor penyebab stres di tempat kerja bisa membantu mencari cara untuk mengatasinya. Simak beberapa penyebabnya berikut ini.
Menurut Forbes, faktor utama penyebab stres adalah tuntutan pekerjaan. Stres lebih rentan terjadi pada tenaga kesehatan yang memang mempunyai tingkat stres yang lebih tinggi.
Stres bisa menjadi masalah serius saat karyawan bekerja dalam durasi yang panjang, memiliki beban kerja yang tinggi, atau tuntutan pekerjaan yang melebihi kemampuan mereka.
Pekerjaan yang mengganggu kehidupan pribadi
Keseimbangan kehidupan kerja yang buruk biasanya membuat karyawan harus menyelesaikan pekerjaan ke rumah pada malam hari. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan membuat waktu mereka habis untuk bekerja dan tidak mempunyai waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.
Buruknya keseimbangan kehidupan kerja membuat karyawan tidak mempunyai waktu untuk beristirahat. Waktu untuk melakukan hobi dan kepentingan pribadi juga terbatas.
Lingkungan kerja yang toxic biasanya dikelilingi oleh masalah dan drama. Situasi ini akan membuat bekerja terasa tidak nyaman, khususnya saat karyawan mengalami perundungan, menjadi sasaran gosip, dan mengalami micromanagement.
Kondisi ini akan menurunkan semangat kerja karyawan karena merasa tertekan. Masalah kesehatan mental seperti stres lebih rentan muncul jika tidak segera ditangani.
Karyawan bisa merasa stres saat mereka merasa tidak mendapatkan kompensasi yang sesuai atau penghasilan yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Upah yang rendah menjadi salah satu faktor terbesar yang memunculkan stres di tempat kerja. Penting bagi karyawan untuk merasa bahwa mereka mendapatkan imbalan yang sepadan atas usaha yang diberikan.
Manusia secara alami sensitif terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya. Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba bisa menimbulkan rasa khawatir yang bisa memicu stres di tempat kerja.
Beberapa karyawan mungkin merasa khawatir saat memiliki atasan baru, pindah kantor, menggunakan teknologi baru, atau mendapat tanggung jawab baru. Adanya perubahan di tempat kerja bisa mengganggu produktivitas dan mendorong karyawan untuk mencari pekerjaan lain.
Saat bekerja, kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama rekan kerja dibandingkan teman atau keluarga. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda yang bisa memicu gesekan dengan rekan kerja.
Rasa iri dan persaingan tidak sehat di kantor yang dibiarkan bisa berkembang menjadi perundungan, intimidasi, gosip, bahkan menusuk dari belakang. Hal ini bisa memicu stres saat bekerja.