NADIKABAR.COM — Mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol dapat membantu menjaga kesehatan otak, mulai dari memperbaiki daya ingat hingga meningkatkan kualitas tidur.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif dan demensia.
Mengutip EatingWell, Senin (19/10) waktu setempat, ahli gizi Ana Reisdorf, M.S., RD, menjelaskan bahwa alkohol dapat mengganggu komunikasi antarsel otak, memengaruhi penilaian, serta menghambat pembentukan ingatan.
Konsumsi alkohol secara rutin juga dapat memengaruhi kemampuan mengingat, bahkan ketika seseorang tidak sedang berada dalam kondisi mabuk.
Sebuah tinjauan terhadap 16 penelitian menemukan bahwa orang dewasa dengan gangguan penggunaan alkohol mengalami perbaikan daya ingat, perhatian, fungsi eksekutif, dan persepsi setelah berhenti mengonsumsi alkohol selama enam hingga 12 bulan.
Ahli gizi Erin Person, M.S., RD, menjelaskan bahwa berhenti mengonsumsi alkohol dapat membantu pemulihan fungsi otak secara bertahap, antara lain dengan mengurangi peradangan yang berkaitan dengan kerusakan sel otak.
Selain memengaruhi daya ingat, alkohol juga dapat mengganggu kualitas tidur. Meski minuman beralkohol terkadang membuat seseorang lebih cepat terlelap, tidur dapat menjadi terputus-putus dan menyebabkan seseorang lebih mudah terbangun pada malam hari.
Alkohol juga mengganggu fase tidur REM (rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang berperan dalam pembentukan ingatan, fungsi kognitif, dan pengaturan emosi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dua takaran standar alkohol saja dapat mengganggu fase tersebut.
Terkait risiko demensia, penelitian terbaru juga menantang anggapan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah kecil dapat melindungi otak. Analisis terhadap data genetik dari sekitar 2,4 juta orang menemukan bahwa risiko demensia meningkat seiring bertambahnya konsumsi alkohol, tanpa menunjukkan jumlah konsumsi yang memberikan perlindungan.
Meski demikian, hasil penelitian mengenai konsumsi alkohol dalam jumlah rendah masih beragam. Hubungan yang ditemukan dalam penelitian observasional juga belum tentu menunjukkan sebab-akibat.
Mengurangi konsumsi alkohol dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang. Namun, orang yang terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum berhenti, karena penghentian mendadak dapat memicu gejala putus alkohol yang berbahaya.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah