NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memberi sinyal bakal memangkas kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelebihan pasokan atau oversupply nikel yang dinilai menekan harga.

Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini harga logam nikel dunia belakangan turun ke bawah US$ 16.000/metrik ton (mt). Penurunan ini terjadi karena ada kelebihan pasokan hingga 8000.000 ton nikel (Ni). Adapun ia menyebut kebutuhan nikel dunia saat ini sekitar 3,5 juta ton per tahun.

"Jadi Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan suplai and demand lewat RKAB untuk di nikel lakukan. Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. Enggak usah ragu-ragu. Pasti banyak yang protes, saya tahu," ujar Bahlil di acara Minerba Convex 2026, Senin (2/11/2026).