Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM mengimbau kepada industri hulu dan hilir nikel untuk menahan diri agar tak melakukan produksi berlebihan.
"Karena kalau kita terlalu jorjoran, syukur alhamdulillah kalau harganya bagus, kalau harganya enggak bagus, nanti ada satu negara tertentu menampung barang setengah jadi ini dengan harga yang murah, untuk kemudian dijadikan sebagai cadangan di negara dia dan tunggu pada saat harga naik, kemudian dia mainkan," jelas Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil menyadari keputusan memangkas produksi nikel pasti banyak yang protes, namun kebijakan ini dilakukan untuk kepentingan generasi mendatang. Pasalnya, sumber daya nikel ini buka seperti komoditas kelapa sawit yang bisa ditanam lagi.